Aku Melihat Indonesia


Jikalau aku berdiri di Pantai Ngliyep
Aku mendengar Lautan Hindia bergelora
membanting di Pantai Ngliyep itu
Aku mendengar lagu, sajak INDONESIA

Jikalau aku melihat
sawah-sawah yang menguning menghijau
Aku tidak melihat lagi
batang-batang padi yang menguning menghijau
Aku melihat INDONESIA

Jikalau aku melihat gunung-gunung
Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Merbabu,
Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Kelebet,
dan gunung-gunung yang lain
Aku melihat INDONESIA

Jikalau aku mendengarkan
Lagu-lagu yang merdu dari Batak
Bukan lagu Batak yang kudengarkan
Aku mendengarkan INDONESIA

Jikalau aku mendengar Pangkur Palaran
Bukan lagi Pangkur Palaran yang kudengarkan
Aku mendengar INDONESIA

Jikalau aku mendengarkan lagu Olesio dari Maluku
Bukan lagi aku mendengarkan lagu Olesio
Aku mendengar INDONESIA

Jikalau aku mendengarkan burung perkutut
Menyanyi di pohon ditiup angin yang sepoi-sepoi
Bukan lagi aku mendengarkan burung perkutut
Aku mendengarkan INDONESIA

Jika aku menghirup udara ini
Aku tidak lagi menghirup udara
Aku menghirup INDONESIA

Jika aku melihat wajah anak-anak
di desa-desa dengan mata yang bersinar-sinar
“Pak Merdeka; Pak Merdeka; Pak Merdeka”
Aku bukan lagi melihat mata manusia
Aku melihat INDONESIA!

(Dikutip dari buku Bung Karno dan pemuda, hal 68: Kumpulan pidato Bung Karno di hadapan pemuda, pelajar, mahasiswa dan sarjana, 1952-1960)

Write Your Messages

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s