The Sound of Passion: Just Listen to It. You Don’t Have to Fight It, but Embrace It & Let It Flow. Because It’s The Real You


“Tik.. Tok.. Tik.. Tok.. Tik.. Tok”

“Suara apa ini?” gumamku dalam hati.

Danau Segara Anak Rinjani

Entah bagaimana aku bisa menjelaskan atau menggambarkannya. Suara ini sering terdengar didalam diri. Datangpun seenaknya dia. Terkadang samar terdengar yang seringkali tertulis didalam goresan-goresan tangan, namun terkadang keras terdengar hingga membawa diri kedalam sebuah teriakan nyata.

Seringkali aku mengacuhkan suara ini dengan sedikit angkuh penuh logika, namun tidak jarang aku membiarkannya masuk begitu saja kedalam diri dengan penuh perasaan.

“Apa ini yang menganggu? Begitu terasa didalam diri dan mulai menguasai” tanyaku kepada diri.

Sunset di Ketinggian Slamet

Cukup lama aku menghakimi suara ini. Dengan logika, kusamarkan suara ini menjadi tawa. Berharap bisa mencari sedkit jawaban di sepanjang perjalanan hidup. Akan tetapi, suara ini terus memberontak melawan logika. Terus menerus kulawan seiring bergulirnya sang roda waktu. Sampai akhirnya kutemukan sebuah jawaban, yaitu SIA-SIA.

Semakin lama aku menghakimi, suara ini semakin bernada lantang. Semakin lama aku melawan, suara ini semakin menguasai diri. Terkesan suara ini tidak peduli dengan diri yang dihinggapi, selayaknya benalu. Keras memeluk diri. Semakin erat menyerang logika.

Aku mulai bertanya dengan sederhana:

“Kenapa?”

Sunrise di Gunung Cereme – Kuningan, Jawa Barat

Kubuka lagi sedikit lembaran hidup. Kulihat kembali sebuah diri di masa lalu. Sebuah diri yang memberikan sebuah senyuman tersendiri ketika aku melihatnya. Bukan senyuman logika yang terkesan dipaksakan, akan tetapi sebuah senyuman penuh perasaan.

Lembaran diri yang terlupakan namun begitu harmonis bersatu. Lembaran yang memberikan sebuah pesan untuk mengingat dan mendengarkan kembali siapa diri ini. Lalu, aku mulai merasakan sedikit perubahan didalam diri. Jiwa – Raga – Cinta – Doa bergerak padu menjadi sebuah semangat. Semangat ini kembali muncul dan menyelimuti diri. Besar. Lalu..

Tibalah sebuah momen untuk memutuskan berkata kepada diri:

“Suara.. Ini jalanku.. Aku memilih jalan ini.. Aku akan tetap melangkah apapun yang terjadi!

Aku disini tidak membawa sebuah nama. Hanya sebuah semangat. Dan bukan memilih untuk sebuah kegemilangan materi dan penghargaan. Aku hanya membawa diri sendiri untuk mencoba menghadapi. Karena ada keyakinan bahwa kekuatan terbesar selalu ada didalam diri sendiri. Dan itu masih akan terus dan terus dan terus berkembang besar. Semua harus dipelajari melalui langkah petualangan hidup. Terkadang harus melawan, namun lebih bijak dengan mengikuti irama suara diri. Dan lihatlah aku disini, masih tetap melangkah mengikuti panggilan hati agar selalu berkesempatan untuk mempelajari kebijaksanaan hidup.

Sunset di Pantai Balekambang (Malang – Jawa Timur)

“Just listen to it.. You don’t have to fight it, but embrace it and let it flow.. Because it’s you.. The real you. In the end, it isn’t the past that we should live. The only thing that matters is what you choose to be now. For a future that we shall face together. So, who are you?”

Outside of The Box,
25 Agustus 2011, 11:20
HB Suryaningprang

Write Your Messages

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s