Aku, Istri, “Dede” dan Balikpapan


Balikpapan, kota kecil yang terletak di Kalimantan Timur. Ini adalah kali kedua saya mengunjungi Kota Minyak. Namun ada yang berbeda pada kunjungan saya ke Balikpapan ini. Kali ini saya ditemani oleh Istri saya dan buah hati kami yang saat ini masih berada didalam kandungan. Ini adalah perjalanan pertama kami sebagai sebuah keluarga baru. Perasaan menyenangkan hadir di perjalanan ke Balikpapan. Aku, Istriku dan “Dede“. Ya, kami masih menyebut buah hati kami dengan sebutan “Dede“. Maklum, karena masih belum mengetahui jenis kelamin dari buah hati kami yang diperkirakan masih berumur 4 bulan.

Banyak wacana yang menyebutkan bahwa bepergian dengan menggunakan pesawat terbang untuk wanita yang sedang hamil bisa membahayakan janin yang ada didalamnya. Oleh karena itu, seminggu sebelumnya kami memeriksakan keadaan kandungan istri saya ke dokter kandungan. Sekalian meminta saran dari dokter, apakah dengan usia kandungan 4 bulan sudah layak untuk bepergian menggunakan pesawat terbang. Syukur Alhamduliilah, respon dokter memperbolehkan istri saya bepergian dengan menggunakan pesawat. Oke, Let’s Go for The Family Trip!

My Special One

Tujuan kami ke Balikpapan adalah untuk liburan. Refreshing sambil merayakan momen bertambahnya umur istri saya yang jatuh pada tanggal 21 September. It’s a special day, special moment, special woman dan tentu saja special feeling.

Keberangkatan pesawat yang kami gunakan tanggal 20 September 2012, dijadwalkan take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 10.50 WIB. Dan ketika kami berada didalam pesawat, flight attendant menginformasikan bahwa waktu tempuh dari Jakarta menuju Balikpapan adalah 1 Jam 20 Menit. Sehingga kami akan tiba di Balikpapan pada pukul 13.10 WITA. Sekedar informasi, Balikpapan berada di wilayah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA). Selisih satu jam lebih awal dari Waktu Indonesia bagian Barat.

Sesaat setelah landing di Bandara Sepinggan

Sesaat setelah landing di Bandara Sepinggan

Sesaat sebelum pesawat take off, ada satu kalimat yang saya lontarkan kepada istri saya. Yeeayyy, dede terbang bareng bunda dan Bwapaknya. Spontan, kalimat ini membuat kami berdua tersenyum bahagia.

Pukul 13.10 WITA, akhirnya kami tiba di Bandara Sepinggan. Schedule yang pas. Tidak ada keterlambatan dari maskapai penerbangan yang kami gunakan. Syukurlah, waktu masih siang hari, sehingga bisa kami manfaatkan untuk keliling kota Balikpapan. Dan kami pun bergegas untuk keluar Bandara Sepinggan. Kami ingin mencari penginapan di daerah JL. Jend. Ahmad Yani yang berada di pusat kota.

Welcome to Sepinggan

Welcome to Sepinggan

Sebenarnya, tidak sulit mencari angkutan umum di Kota Balikpapan ini. Apabila kita ingin berkeliling Kota Balikpapan, jangan ragu untuk bertanya kepada warga Balikpapan. Cukup tanyakan berapa nomor angkutan umum yang bisa mengantarkan kita ketempat tujuan di sekitar Kota Balikpapan. Contohnya adalah ketika berada diluar Bandara, sudah ada angkutan umum No. 7 yang menunggu di pinggir jalan dekat bandara. Angkutan ini sengaja menunggu para penumpang yang baru keluar dari bandara Sepinggan untuk menuju ke terminal Damai dekat pusat Kota Balikpapan.

Mudahnya mencari transportasi di Kota Balikpapan. Angkutan Umum No. 7 akan membawa kita ke Terminal Damai dekat pusat kota

Mudahnya mencari transportasi di Kota Balikpapan. Angkutan Umum No. 7 akan membawa kita ke Terminal Damai dekat pusat kota

Balikpapan yang terdapat di Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki sebutan Kota Minyak. Sebutan ini dikarenakan begitu besarnya potensi minyak disini. Dan sebagian besar dikuasai oleh Perusahaan Minyak milik negara kita, yaitu PERTAMINA. Dan Provinsi Kalimatan Timur sendiri telah mendapatkan predikat sebagai salah satu wilayah terkaya di Indonesia serta provinsi terluas kedua di Indonesia dengan luas dengan luas wilayah 245.237,80 Km Persegi. (Sumber: Wikipedia)

Ketika berada didalam angkutan umum No. 7 yang kami naiki, kami melihat banyaknya lambang Beruang Madu pada onamen-ornamen yang dipasang di kota ini. Mengapa Kota yang disebut Kota Minyak ini, begitu banyak menampilkan lambang Beruang Madu disini? Ternyata sejak tahun 2001, kota Balikpapan menetapkan beruang madu (Helarctos malayanus) sebagai maskot kota.

Maskot Kota Balikpapan adalah Beruang Madu

Maskot Kota Balikpapan adalah Beruang Madu

Penetapan beruang madu menjadi maskot kota ini memiliki beberapa alasan, antara lain: beruang madu merupakan salah satu hewan langka dan dilindungi yang terdapat di Kawasan Konservasi. Beruang madu dikenal publik, dianggap mudah untuk disukai karena merupakan hewan yang bersih, lucu, dan kuat. Penetapan hewan ini sebagai maskot kota serta merta membuatnya berdiri sebagai duta dalam memasarkan pesan konservasi kepada masyarakat pada umumnya, yakni, pesan atas upaya pelestarian Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang merupakan habitat alami dari beruang madu di Kota Balikpapan. Beruang madu diharapkan mampu menarik perhatian, bukan sebatas merangsang keingintahuan penduduk terhadap hal-hal yang berkaitan dengan beruang madu, tapi sekaligus meningkatkan kesadaran akan upaya konservasi HLSW dan aksi nyata masyarakat terhadap upaya konservasi tersebut. (Sumber: www.bksdakaltim.dephut.go.id)

Menarik ternyata melihat simbol beruang madu di sepanjang perjalanan kota Balikpapan ini. Selang 15 menit kemudian, angkutan yang membawa kami dari depan Bandara Sepinggan telah tiba pada terminal Damai. Cepat juga ternyata. Kota ini memang tidak memiliki masalah kemacetan yang biasanya kami rasakan di ibukota Jakarta.

Tiba di terminal Damai yang tidak tampak seperti terminal angkutan umum biasanya, kami segera berganti Nomor. Dari Nomor 7, langsung pindah ke Nomor 5. Angkutan umum No. 5 akan membawa kami ke arah JL. Jend. Ahmad Yani daerah Balikpapan Tengah. Di jalan ini terdapat banyak hotel yang tidak terlalu mahal. Ini adalah rekomendasi saya, apabila ada yang ingin mencari penginapan di kota Balikpapan, tepatnya dekat Tugu Adipura. Cari saja penginapan didaerah sini, sesuaikan dengan selera penginapan dan tentunya harga.

Penginapan pun sudah kami dapat. Sedikit unpacking, kami memutuskan untuk tidak berlama-lama stay di penginapan. Waktu hampir menunjukkan pukul 14.00 WITA, kami memiliki rencana untuk mencari makan siang dan merasakan sholat Dzuhur di Masjid Agung milik kota Balikpapan. Untuk memudahkan kegiatan liburan kami, sebelum berangkat ke Balikpapan, kami sudah memutuskan untuk menyewa sepeda motor. Kami pun membooking sepeda motor pada salah satu penyewaan motor di Balikpapan dari jauh-jauh hari. Alhasil, ketika kami unpacking, motor yang kami booking telah diantarkan oleh pihak penyewa. Booking, konfirmasi nama penginapan, dan motorpun akan diantarkan selang beberapa waktu kita mengkonfirmasi. Biaya sewa pun tidak terlalu mahal, yaitu Rp50.000 per hari.

Tepat pukul 14.00 WITA, kami pun memulai aktivitas jalan-jalan kami dengan motor sewaan. Target kami gak muluk-muluk, yaitu ngisi perut kami yang sudah merasakan lapar. Istri kebetulan lagi kepingin makanan cepat saji ala Italiano. Segera saja tempat makanan cepat saji itu kami cari yang sebelumnya sudah kami tanyakan lokasinya kepada penjaga penginapan. Tidak jauh dari penginapan ternyata. Syukurlah kalo begitu. Kami pun menikmati waktu santap siang kami dengan menyenangkan. Apalagi “Dede” turut hadir diantara kebersamaan kami. Alhamdulillah.

Selesai makan siang, tujuan kami langsung menuju ke Masjid Agung Balikpapan, yaitu Masjid Agung At-Taqwa. Masjid ini terletak di JL. Jend. Sudirman daerah Balikpapan Selatan. Ternyata, jaraknya pun tidak terlalu jauh dari lokasi makan siang kami tadi. Setibanya kami di masjid kebanggan warga Balikpapan, kami pun langsung menunaikan ibadah Sholat Dzuhur. Agak lama kami berdiam di masjid ini, sekaligus mengistirahkan sejenak badan kami yang masih merasakan lelah perjalanan. Sekali lagi, Alhamdulillah.

Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan

Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan

Hari menjelang sore, cuaca di kota Balikpapan saat itu adem. Sinar matahari berwarna keemasan yang terlihat dari kejauhan terasa menyejukkan. Kami pun kembali melanjutkan keliling kota Balikpapan. Tujuan selanjutnya adalah menikmati sunset. Untuk itu, kami mencari tempat yang nyaman untuk menikmatinya. Dikarenakan, kota Balikpapan merupakan kota yang terletak tidak jauh dari pinggir laut. Maka, kami mencari suasana pinggir laut. Di sepanjang Jl. Jend. Sudirman ada beberapa spot pantai, diantaranya pantai Melawai dan juga Pantai Banu Patra.

Sore Balikpapan

Sore Balikpapan

Kami sengaja terus menelusuri JL. Jend. Sudirman sambil melihat matahari yang semakin lama semakin terbenam. Dan di saat menelusuri jalan protokol tersebut, mata saya tertuju kepada sebuah patung dari seorang sosok pahlawan Indonesia. Patung Jenderal Sudirman ini terletak di depan Markas Komando Daerah Militer (KODAM) VI Mulawarman. Sosok patung pahlawan ini tidak asing bagi saya apabila dilihat dari kejauhan. Patung itu adalah patung Jenderal Sudirman. Seorang pahlawan Indonesia yang saya kagumi sejak saya kecil. Spontan saya langsung melambatkan laju motor saya untuk melihat sosok patung laki-laki dengan posisi “Hormat”. Posisi “Hormat” yang sudah biasa saya lihat di Jl. Jenderal Sudirman di Jakarta. Kagum! Saya memang kagum dengan sosok pahlawan ini.

Patung Jenderal Sudirman di KODAM VI Mulawarman

Patung Jenderal Sudirman di KODAM VI Mulawarman

Momen patung Sudirman sudah saya nikmati bersama istri. Kini saatnya melanjutkan jalan-jalan kami menuju pantai yang tidak jauh dari lokasi patung Sudirman tersebut. Ada tempat yang pas untuk menikmati momen matahari terbenam di kota Balikpapan. Meskipun tempatnya terbilang biasa, namun di tempat ini bisa dibilang tegak lurus dengan posisi matahari terbenam. Kita bisa menikmatinya di Pantai Banu Atra. Tempat beristirahat yang langsung berbatasan dengan pinggir laut. Disini ada penjual makanan dan minuman untuk menemani kita menikmati suasana sunset. Cukup bagus momen sunset yang kami dapatkan disini. Tentu saja ini dipengaruhi oleh cuaca cerah di kota Balikpapan saat itu. Mari kita nikmati sejenak momen sunset ini bersama istri.

Pemandangan matahari terbenam dari Pantai Banu Patra

Pemandangan matahari terbenam dari Pantai Banu Patra

Pemandangan dari Lokasi Pantai Banu Patra

Pemandangan dari Lokasi Pantai Banu Patra

Istri sedang memandang Sunset dari Pantai Banu Patra

Istri sedang memandang Sunset dari Pantai Banu Patra

Matahari pun semakin tenggelam. Istri saya bilang agar sebaiknya kita melanjutkan jalan-jalan kami. Saya pun setuju dengannya dan saya bilang kepada istri saya, bahwa kita nanti bisa melihat lokasi Kilang Minyak PERTAMINA dari pinggir jalan.

Perjalanan pun dilanjutkan, kami langsung menuju ke arah Jl. Yos Sudarso. Di sepanjang jalan ini, kita bisa melihat komplek Kilang Minyak PERTAMINA. Jalan yang sedikit menanjak, dikelilingi pohon-pohon yang rindang serta pemandangan kilang minyak disisi kiri kami membuat suasana berkendara menjadi lebih adem. Tidak jarang saya berbincang dan bercanda sepanjang Jl. Yos Sudarso dengan istri saya. Alhamdulillah.

Meskipun istri sedang hamil, namun itu tidak menjadi kekhawatiran kami berdua untuk tetap menikmati perjalanan ini. Suasana kota yang jauh dari kemacetan. Dan uniknya, semua tertib dalam berkendara. Sulit kami melihat ada kendaraan berplat polisi KT yang menerobos lampu merah atau berhenti didepan garis yang ditentukan ketika lampu merah. Wow, jomplang jika dibandingkan dengan perilaku berkendara para pengguna kendaraan di daerah Jadetabek. Dengan bercanda istri saya berkata:

Kalo ada yang melanggar lalu lintas di Kota Balipapan, pasti terbiasa di Jakarta. Termasuk kamu.

Ternyata, kota Balikpapan yang kami kunjungi di hari pertama dari rencana dua hari kunjungan kami telah memberi nuansa liburan yang kami butuhkan. Jalan-jalan di hari pertama, kami tutup dengan menikmati pemandangan malam kota Balikpapan dari atas ketinggian JL. Gunung Dubbs, yang merupakan komplek perumahan karyawan PERTAMINA.

Alhamdulillah.

Haryo Bimo Suryaningprang
12 Oktober 2012

2 thoughts on “Aku, Istri, “Dede” dan Balikpapan

Write Your Messages

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s