The Amazing of Bromo


The Amazing of Bromo yang dilihat dari Pananjakan

Apa yang mungkin anda rasakan ketika melihat pemandangan yang tampak pada foto diatas? Damai dan takjub mungkin salah satunya. Ya, itulah yang bisa ditawarkan oleh destinasi wisata alam di Jawa Timur ini. Pemandangan yang bisa kita sebut dengan The Amazing of Bromo.

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung yang masih aktif di Indonesia dengan ketinggiannya yaitu, 2.392 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL), termasuk kedalam Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNGBTS). Terletak diantara 4 Kabupaten, yaitu Lumajang, Probolinggo, Malang dan Pasuruan. Aktivitas vulkanik terakhir gunung ini terjadi pada November 2010. Melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, status gunung Bromo menjadi Awas pada tanggal 23 November 2010.

Apabila kita ingin ke Bromo, maka kita  harus menuju ke Desa Cemoro Lawang yang merupakan desa terakhir sebelum menuju Lautan Pasir Gunung Bromo. Desa yang penduduk aslinya dinamakan suku Tengger ini terletak pada ketinggian 2.200 Mdpl. Tentu saja dengan ketinggian tersebut, kita akan diselimuti hawa dingin terutama pada saat malam hari.

Meski terbilang aktif, wisata gunung Bromo selalu menjadi favorit para wisatawan lokal maupun asing setiap tahunnya. Pemandangan khas The Amazing of Bromo dengan latar belakang Gunung Batok, Gunung Bromo dan Gunung Semeru ini merupakan salah satu pemandangan terbaik yang bisa dilihat di Indonesia.

Untuk mendapatkan pemandangan khas Bromo tersebut, kita bisa melihatnya dari atas ketinggian Pananjakan, yaitu Pananjakan I dan Pananjakan II. Letaknya tidak terlalu jauh dari Desa Cemoro Lawang. Pananjakan adalah titik tertinggi dari rangkaian Kaldera Tengger. Dari sinilah kita bisa menikmati keindahan pemandangan khas Bromo dengan lautan pasirnya. Untuk menuju Pananjakan, kita bisa berjalan kaki, menggunakan sepeda motor atau menggunakan Jeep yang sudah menjadi alat transportasi umum di wilayah Bromo.

Para wisatawan yang berkunjung ke Bromo, biasanya mengejar momen untuk melihat matahari terbit dari Pananjakan. Untuk menikmati momen sunrise tersebut, maka kita harus rela bangun pagi-pagi. Aktivitas mengejar sunrise ini akan dimulai pada pukul 03.00 pagi waktu setempat. Suhu yang teramat dingin akan kita rasakan. Disarankan untuk menggunakan jaket penghangat yang tebal, celana panjang plus penutup kepala, syal, kaos kaki tebal dan sarung tangan.

Para wisatawan menunggu momen matahari terbit dari Pananjakan.

Sesampainya di Pananjakan, kita mungkin akan menjumpai banyak wisatawan yang sedang menunggu momen Sunrise. Wisatawan lokal dan asing akan membaur dilokasi Pananjakan ini. Jika cuaca cerah, maka pemandangan Sunrise yang terlihat dari Pananjakan memiliki pesonanya tersendiri.

Apabila kita memandang ke arah gunung Bromo, maka posisi matahari terbit akan muncul dari arah sebelah kiri. Sinar Sunrise tersebut akan memberikan sentuhan warna yang indah langsung ke arah kaldera Bromo. Di waktu-waktu tertentu, lautan pasir Bromo akan tertutup oleh kabut. Dan itu akan menjadi pemandangan yang menakjubkan untuk dilihat, baik itu dilihat dari Pananjakan maupun dari lokasi-lokasi lainnya yang ada di Bromo.

Selesai menikmati pemandangan The Amazing of Bromo di Pananjakan. Para wisatawan biasanya akan langsung turun ke bawah untuk merasakan lautan pasir Bromo serta mendaki gunung Bromo itu sendiri. Lautan pasir ini akan mudah dilewati jika kita menggunakan tranportasi Jeep atau sepeda motor yang memiliki ban khusus untuk medan berpasir. Di lokasi lautan pasir Bromo ini juga terdapat sebuah Pura, yaitu Pura Poten. Penduduk asli Tengger biasa menggunakan Pura tersebut untuk upacara Kasodo yang diperingati setiap tahunnya.

Bromo, sebuah destinasi wisata alam Indonesia yang layak untuk dikunjungi. Tidak terlalu sulit apabila kita ingin mencapai lokasi Bromo, karena tranportasi umum yang menuju Bromo sudah tersedia. Selain itu, penginapan di daerah Bromo juga banyak tersedia. Mulai dari rumah penduduk, hotel kelas Melati, maupun hotel berbintang. Let’s Go Visit Bromo.

Bagaimana caranya untuk menuju wisata alam Gunung Bromo?

Untuk menuju destinasi wisata alam Gunung Bromo ada beberapa alternatif. Diantaranya, bisa melalui Kota Probolinggo atau bisa dari Kota Malang.

Dari Probolinggo
Apabila menggunakan angkutan umum, kota Probolinggo bisa ditempuh dari kota Surabaya. Terminal bus yang ada di kota Surabaya adalah Terminal Purabaya. Dari sini, kamu bisa mencari bus yang kearah Probolinggo. Waktu tempuh kota Surabaya ke kota Probolinggo kurang lebih 3 Jam. Di Probolinggo, bus akan berhenti di Terminal Bayu Angga. Trayek angkutan umum yang menuju Bromo ada diluar terminal Bayu Angga. Angkutan umum yang berupa elf ini akan membawa kita langsung ke Desa Cemoro Lawang.

Dari Malang
Di kota Malang, cari angkutan umum ke Terminal Arjosari. Dari sini, kamu bisa berganti trayek angkutan umum yang ke arah Pasar Tumpang. Waktu tempuh dari Terminal Arjosari ke Pasar Tumpang kurang lebih 45 menit. Setibanya di Pasar Tumpang, disana ada angkutan khusus berupa Jeep yang akan membawa kamu ke Bromo. Hanya saja, biaya yang akan dikeluarkan akan lebih mahal. Kita harus menyewa Jeep tersebut dengan harga yang telah disepakati bersama. Oleh karena itu, sebaiknya membawa rombongan apabila ingin menuju Bromo dari Malang. Dari pasar Tumpang menuju Bromo akan memakan waktu kurang lebih 1,5 Jam. Pemandangan indah akan menemani kita sepanjang perjalanan ke Bromo.

(Haryo Bimo Suryaningprang)

2 thoughts on “The Amazing of Bromo

Write Your Messages

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s