Bola Mampir Ke Langit


“Yang sakit itu Soedirman… Panglima besar tidak pernah sakit…” – Jenderal Soedirman

Itu jawaban sang Jenderal kepada Soekarno. Tidak terbayangkan begitu besarnya semangat perjuangan sang Jenderal dalam melawan musuh dan penyakit yang dideritanya. Dengan berbekal materi seadanya Sang Jenderal memimpin pasukannya berperang melawan tentara sekutu yang diboncengi tentara Belanda. Dengan ditandu Jenderal Soedirman keluar masuk hutan, naik dan turun gunung memimpin pasukan serta meracik strategi perang gerilya.

Kutipan diatas adalah satu penggalan catatan sejarah yang mungkin bisa menjadi pelajaran untuk kita dan anak cucu kita kelak. Mungkin sebagian kecil makna penggalan sejarah tersebut bisa kita saksikan di masa kita hidup pada saat ini. Dalam satu aspek yang bisa kita sebut Tim Nasional Sepakbola Indonesia.

Sudah cukup lama Sepakbola Indonesia terbilang “Sakit”. Baik dari sisi organisasi maupun kompetisi yang berlangsung. Tapi apakah makna “Sakit” ini sudah “Pasti” menjalar keseluruh aspek sepakbola tersebut?.

Coba kita tanyakan itu kepada pemuda-pemuda yang bermain bagi Tim Nasional Indonesia U-19. Coba kita tanyakan itu kepada para pelatih Tim Nasional Indonesia U-19. Cobalah kita tanyakan satu kata “Sakit” itu kepada mereka. Mungkin kutipan Jenderal Soedirman diatas akan menjadi jawaban mereka semua. Yang sakit hanyalah “Individu-individu” tertentu, namun Tim Nasional Indonesia tidak pernah sakit.

Pada kualifikasi AFC 2014 yang diadakan di Stadion Gelora Bung Karno (8 – 12 Oktober 2013), Tim Nasional Indonesia sanggup memenangkan keseluruhan 3 pertandingan kualifikasi melawan Laos, Filipina dan Korea Selatan. Dengan kemenangan ini, maka Indonesia berhak lolos otomatis ke kompetisi AFC U-19 2014 di Myanmar.

Yang patut disoroti adalah ketika seorang Evan Dimas melesakkan 3 gol kemenangan ke gawang sang juara bertahan AFC U-19 2012, yaitu Korea Selatan. Evan Dimas adalah kapten TimNas U-19 yang berposisi sebagai seorang gelandang. Dia sebelumnya juga menjadi pencetak gol terbanyak (5 gol) pada turnamen AFF U-19 yang dimenangkan oleh Indonesia.

Dia seorang pesepakbola muda yang status profesionalisme-nya tidak diakui oleh PSSI. Dalam hal ini, status Evan Dimas adalah pemain amatir. Coba kita bandingkan dengan apa yang telah dilakukan oleh Evan Dimas. Terlepas dari kata “Sakit” pada diri Evan Dimas, namun Tim Nasional Indonesia yang dipimpinnya tidak pernah sakit.

Jika kita memperhatikan cerita-cerita perjuangan para pemain Tim Nasional Indonesia U-19, dari awal mereka bermain sehingga terbentuk menjadi pemain TimNas. Mulai dari perjuangan membeli sepatu sepakbola dengan mencicilnya, menjahit sepatu yang rusak dan banyak cerita lainnya.

Mereka para pemain dan pelatih telah berhasil menunjukkan potensi SDM Indonesia yang sejatinya memang sudah tertanam didalam tiap-tiap individu. Dengan bekal materi seadanya, namun dapat menggapai harapan-harapan yang diimpikan.

Motivasi-motivasi perjuangan positif yang ditunjukkan oleh para pemain & pelatih Tim Nasional Indonesia U-19 telah menular dengan cepat. Tidak sedikit dari para pemain senior Tim Nasional Indonesia berujar bahwa mereka akan membawa serta semangat junior mereka keatas lapangan dimana mereka bermain untuk TimNas senior.

Mungkin inilah salah satu momen spesial yang diberikan oleh Tuhan kepada ratusan juta pendukung Tim Nasional sepakbola Indonesia. Kita nikmati saja terlebih dahulu momen “bola plastik yang ditendang mampir ke langit” ini.

Sejarah kembali terjadi dalam bentuk yang berbeda di masa kini. Semoga bisa lebih baik lagi di masa yang akan datang. Karena bagi suporter Tim Nasional Sepakbola Indonesia, yang dibutuhkan adalah tetap mendukung dan mempercayainya.

“Dan Indonesia tidak akan menyerah!” – Ir. Soekarno

HBS (16102013)

Write Your Messages

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s