Angin Kebebasan Berhembus


Dear bapak/ibu pemimpin “Demokrasi” Indonesia,

Kami punya segelintir harapan ketika tonggak kepemimpinan negara ini berpindah ke tangan bapak/ibu sekalian. Apapun janji-janji yang diumbar, kami berharap bapak/ibu dapat membentuk sikap yang terbaik dalam berpolitik jika “Demokrasi” adalah pilihan anda semua saat ini. Sejarah membuktikan bahwa satu siklus politik tidak pernah bertahan selamanya. Jadi, waktu “Demokrasi” pun tidak akan pernah abadi.

Pendahulu-pendahulu kita adalah sekumpulan bangsa para raja raja. Namun, itu pun sebagian besar sudah hilang bukan? Karena bangsa tersebut saat itu sulit bersatu.

Pendahulu-pendahulu kita adalah sekumpulan “Jong Jong” yang terjajah. MERDEKA ATAOE MATI : Kita pun bersatu melawan penjajah, sehingga merdekalah kita meski penuh dengan pengorbanan. Namun itu hanya sementara bukan? Lihat bagaimana rupa kemerdekaan kita sekarang.

Bapak/ibu pemimpin “Demokrasi” sekalian. Kita dapat berasumsi bahwa siklus demokrasi saat ini kelak juga akan hilang dan menjadi sejarah di masa yang akan datang. Oleh karena itu, jika demokrasi menjadi sejarah kelak. Kita berharap bapak/ibu meninggalkan warisan demokrasi dengan contoh/sikap yang terbaik dan amanah kepada rakyat.

Kami takut, jika suatu saat nanti negeri kita yang tercinta ini akan mengalami suatu “Revolusi”, namun dipimpin oleh manusia dengan ego-ego yang salah. Memimpin dari golongan, oleh golongan dan untuk golongan. Bukan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Memang kami tidak mengetahui seberapa banyak definisi mengenai ego yang salah. Namun, bapak/ibu pemimpin lebih paham mengenai hal ini bukan?

Saya berasumsi bahwa di negeri ini ada pemikiran-pemikiran yang tidak sabar untuk menggantikan pemikiran bapak/ibu yakini dalam memimpin.

Kalo bisa diambil satu contoh, ibarat SPBU minyak asing yang terus sabar menjual BBM dengan level harga yang lebih tinggi dibandingkan SPBU milik negeri kita sendiri. Tapi mereka tetap saja memperbanyak unit SPBU asing mereka meskipun sepi pelanggan. Namun, bapak/ibu pemimpin lebih paham mengenai hal ini bukan? Mereka sedang menguji bapak/ibu pemimpin dalam hal membuat kebijakan terkait harga BBM.

Apakah bapak/ibu pemimpin mampu melewati ujian itu?

Kelak jawaban ujian bapak/ibu akan menjadi pilihan bagi rakyat bapak/ibu dalam menjalani pemikiran-pemikiran kehidupan mereka. Ya, pilihan!

Kami mungkin mengalami & mampu menghadapi berbagai bentuk transisi demokrasi yang bapak/ibu pimpin macam sekarang ini. Tak apa-apa, kami bisa terima itu.

Tapi bagaimana dengan anak-anak kami nanti dan cucu-cucu kami nanti? Jalan mereka mungkin akan lebih keras dari apa yang kami rasakan saat ini.

Bapak/ibu pemimpin “Demokrasi” sekalian. Suatu saat “Revolusi” itu akan muncul secara alami. Dan entah revolusi macam apa yang akan disiapkan Tuhan untuk rakyat ini.

Oleh karena itu, semoga bibit yang bapak/ibu tanam dapat menghasilkan pohon yang kuat dalam menghadapi angin badai. Pohon yang rindang dengan buah manis serta bunga yang indah. Wariskanlah yang terbaik untuk penerus-penerus bangsa ini.

HBS, 05112014

Write Your Messages

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s